Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kita Harus Waspadai Bahaya Pemutih Kulit Mengandung Merkuri

Kita Harus Waspadai Bahaya Pemutih Kulit Mengandung Merkuri

Diposting pada 27 Maret 2022 oleh Admin / Dilihat: 109 kali

Pusatskincare.com bahaya cream mercuri

Sekarang banyak Produk kecantikan yang mengandung merkuri memang dapat membuat kulit putih dalam waktu singkat. Namun, di balik hasilnya yang instan, penggunaanya dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Zat Merkuri menjadi salah satu bahan kimia yang mungkin terkandung dalam sabun dan krim pemutih kulit. Beberapa produk kosmetik, seperti maskara, kutek, dan pembersih riasan mata, bahkan menjadikan merkuri sebagai bahan pengawet produknya.

Produk Merkuri yang Beredar di Indonesia

Merkuri dijadikan sebagai salah satu bahan untuk memutihkan kulit karena mampu menghambat pembentukan melanin, sehingga bisa membuat kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Hasilnya memang instan, namun dampaknya bagi kesehatan tidak bisa disepelekan.

Di Indonesia, penggunaan merkuri pada produk kecantikan, seperti sabun pembersih wajah, krim pelembap, dan krim siang atau malam, sudah dilarang. Akan tetapi, untuk riasan mata dan pembersihnya, masih diperbolehkan dengan kadar tidak lebih dari 0,007 persen.

Pemakaian merkuri selain pada produk tersebut dianggap sebagai penyalahgunaan dan dilarang untuk dipasarkan. Meski sudah ada larangan, masyarakat tetap perlu lebih hati-hati karena banyak produsen nakal yang menjual produk berbahan merkuri secara online.

Produk-produk tersebut biasanya tidak terdaftar, tidak mencantumkan nomor BPOM, tidak mencantumkan petunjuk penggunaan yang jelas, menuliskan keterangan bahan-bahan produk dalam bahasa asing, atau tidak mencantumkan keterangan sama sekali. Jika Anda menemui produk seperti ini, sebaiknya jangan dibeli.

Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Merkuri

Penggunaan merkuri pada produk kecantikan terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Pasalnya, bahan kimia ini dapat dengan mudah diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah.

Merkuri juga bersifat korosif, sehingga penggunaannya bisa membuat lapisan kulit menipis. Bahkan tak hanya berdampak pada kulit, paparan merkuri yang tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Masuknya merkuri ke dalam tubuh, dapat menyebabkan keracunan merkuri. Gejalanya bisa berupa:

InsomniaSakit kepalaFungsi kognitif dan daya ingat menurunTremorPerubahan emosiGangguan sensorik, termasuk gangguan melihat, mendengar, dan berbicaraMenurunnya kemampuan indera perasaMenurunnya fungsi koordinasi tubuhAtrofi ototGagal ginjal

Penggunaan merkuri pada produk pemutih kulit juga memberi efek karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat memicu kanker. Tak heran penggunaannya juga mungkin untuk meningkatkan risiko penyakit kanker kulit.

Selain berdampak pada orang dewasa, bayi dan anak juga tidak luput dari risiko paparan merkuri dan efek sampingnya. Saat orang tua memakai produk berbahan merkuri lalu bersentuhan dengan anak, merkuri bisa saja menempel pada tangannya dan tertelan saat anak mengisap jarinya.

Secara khusus, keracunan merkuri pada anak disebut infantile acrodynia atau dikenal juga sebagai pink disease. Kondisi ini dapat dikenali dengan munculnya rasa sakit serta warna merah muda pada tangan dan kaki.

Melindungi Diri dari Paparan Merkuri

Sebagai konsumen, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan produk kecantikan dan jangan mudah tergiur dengan hasil yang instan. Nah, agar Anda tak terjebak dalam produk kosmetik bermerkuri, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

Cek nomor BPOM

Produk kecantikan dianggap aman jika sudah mengantongi izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, jika produk kecantikan yang Anda beli tidak mencantumkan nomor BPOM, jangan gunakan produk kecantikan tersebut.

Apabila tertera nomor BPOM, coba cek keabsahannya kembali melalui website resmi BPOM.

Periksa label kemasan

Hindari menggunakan produk dengan label berbahasa asing yang tidak umum atau tidak dapat Anda pahami. Jika dalam label kemasan tertera mercurous chloride, calomel, mercuric, atau mercurio, maka jangan dibeli atau segera hentikan penggunaannya karena artinya produk tersebut mengandung merkuri.

Perhatikan tekstur krim

Produk dengan kadar merkuri tinggi biasanya dapat dikenali dari teksturnya yang berwarna abu-abu atau krem. Namun, ini tidak bisa menjadi patokan pasti sehingga untuk memastikannya, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kulit sebelum menggunakannya.

Jika Anda merasa terpapar produk dengan kandungan merkuri, segera cuci tangan dan cuci area tubuh lainnya yang juga terpapar produk tersebut. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter.

Adapun sebelum membuang produk yang mengandung merkuri, Anda disarankan untuk memasukkan produk tersebut ke kantong plastik atau tempat yang tidak bocor.

Hati-hati dengan produk pemutih kulit yang menjanjikan bisa memutihkan kulit secara sekejap karena bisa saja produk pemutih tersebut mengandalkan merkuri. Ingat, bahaya dari merkuri bagi kesehatan tidak boleh disepelekan, sehingga Anda patut untuk menghindari penggunaannya.

Bagi Anda yang ingin memiliki kulit putih, sebaiknnya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat yang tidak membahayakan kesehatan

 

Sumber: alodokter.com

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021

Ditinjau oleh : dr. Meva Nareza

Referensi

Anggraeni, V. J. (2018). Analisis Cemaran Logam Berat Merkuri Dalam Krim Pemutih Wajah Yangberedar Dipasar Tradisional Dengan Metode Spektrofotometri Serapanatom. Journal Of Pharmacopolium, Pp. 1(1).
Sun, G. F., et al. (2017). Characteristics of Mercury Intoxication Induced by Skin-lightening Products. Chinese medical journal, 130(24), pp. 3003–3004.
Agorku, E. S., et al (2016). Mercury and Hydroquinone Content of Skin Toning Creams and Cosmetic Soaps, and The Potential Risks to The Health of Ghanaian Women. SpringerPlus, 5, pp. 319.
World Health Organization (2019). Mercury in Skin Lightening Products.
World Health Organization (2017). Mercury and Health.
U.S. Food and Drugs Administration (2016). Mercury Poisoning Linked to Skin Products.
Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (2020). Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri.
Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (2020). Badan BPOM Ungkap Peredaran Lebih dari 10 Miliar Rupiah Kosmetik Ilegal Di Jakarta dan Jawa Barat.
Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (2019). Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri.
American Academy of Dermatology Association. Skin Lightener Containing Mercury Can Cause Serious Health Problems.
Cunha, J. P. Medicine Net (2019). Mercury Poisoning.
Padlewska, K. K. Medscape (2018). Acrodynia.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Kita Harus Waspadai Bahaya Pemutih Kulit Mengandung Merkuri

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Kita Harus Waspadai Bahaya Pemutih Kulit Mengandung Merkuri

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Asfiyah
● online
Rachmad
● online
Asfiyah
● online
Halo, perkenalkan saya Asfiyah
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: